Mazhab Nusantara: Mengupas Tradisi Hukum dan Budaya Lokal di Seri Kuliah Internasional

Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) bersama sejumlah institusi mitra akan mengadakan seri kuliah bertajuk Mazhab Nusantara pada Selasa, 17 Desember 2024. Kegiatan ini menjadi bagian dari International Conference on Nusantara School of Thought (ICO-NUSA) yang bertujuan untuk menggali kekayaan sejarah, budaya, dan kearifan lokal di kawasan Nusantara.

Acara yang diadakan secara berani melalui Zoom ini akan dimulai pukul 19.00 WIB (20.00 MYT), dengan tema yang relevan bagi pengkaji sejarah dan budaya tradisional.Kuliah ini menghadirkan dua pembicara utama. Dr. Ninny Susanti, anggota Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia (PAEI), akan membahas tema “Sekilas Implementasi Hukum di Sumatra dan Jawa Berdasarkan Sumber Tertulis Arkeologi dari Abad ke-7-14.” Materi ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang tradisi hukum yang berkembang di Nusantara berdasarkan bukti arkeologis. Narasumber kedua, Dr. Gregory Anak Kiyai, yang merupakan dosen senior di Fakultas Seni Kreatif, Universitas Malaya, akan mengangkat tema “Papan Turai: Kearifan Tempatan dan Memori Budaya Masyarakat Iban dalam Tradisi Lisan,” sebuah kajian menarik tentang budaya masyarakat Iban di Sarawak, Malaysia.

Acara ini akan dipandu oleh moderator Febrina Nur Ramadhani, S.Ak., M.Ak., dosen Universitas Negeri Makassar, dan diawali dengan Beragam dari Prof. Madya Dr. Moh. Reevany Bustamy, Kepala Pusat Penelitian Kepulauan Melayu Nusantara (CenPRIS).

Melalui diskusi ini, para peserta diajak untuk memahami bagaimana tradisi hukum dan budaya lokal menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Nusantara. Seri kuliah ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan bagi akademis, tetapi juga platform untuk melestarikan kekayaan tradisi Nusantara di era modern.


Komentar

Tinggalkan komentar